Warga yang bermukim di kompleks Lokalisasi Tambak Asri atau Kremil, Selasa (20/9) bergejolak. Mereka berupaya menghentikan proyek galian saluran air (drainase) yang dianggap menimbulkan kemacetan dan kerugian bagi warga. Seperti pemilik usaha yang berada di sebelah proyek galian, tukang becak yang kehilangan tempat mangkal, dan pendapatan sopir bemo yang merosot karena kena macet ketika melewati proyek galian tersebut.
Perwakilan warga yang berasal dari Laskar Nagabonar dan Komunitas Peduli Kremil memusatkan aksi mereka di depan Balai RW 06 Tambak Asri. Unjuk rasa yang hanya diikuti tidak sampai 50 orang ini berlangsung damai. Mereka hanya membentangkan poster-poster berisikan tuntutan. “Stop Pengerjaan Proyek Drainase Bermasalah di Tambak Asri!”, “Ada Apa dengan Proyek Drainase di Tambak Asri?”, “Proyek Drainase di Tambak Asri = Muspro”, “Jangan Ada Lagi Korban Berjatuhan Akibat Proyek Drainase ini!” dll. Peserta aksi juga menaburkan bunga dan bubuk Abate dan bunga.
Penaburan bubuk Abate bertujuan menghindarkan genangan air pada proyek drainase menjadi sarang Nyamuk Aedes Aegypty, yang dapat menimbulkan penyakit Demam Berdarah. Apalagi mengingat, air yang menggenang di proyek tersebut sudah ada yang berwarna hitam pekat dan berbau tidak sedap. Sedangkan penaburan bunga, adalah simbol kalau proyek galian air tersebut tidak segera ditutup, dikhawatirkan dapat menimbulkan korban jiwa.
Yang menarik, selain penaburan bunga dan bubuk Abate, perwakilan peserta aksi unjuk rasa damai ada yang “berdandan” ala Pocong. Menurut Yohanes Natal Isa, perwakilan dari Laskar Nagabonar, Pocong tersebut sebagai simbol korban jiwa yang sudah ditimbulkan oleh proyek galian air tersebut. “Kami baru mendapati laporan bahwasanya ada warga yang terjatuh sampai meninggal dunia akibat terpeleset saat mengendarai sepeda motor pada saat melewati genangan lumpur dan air di wilayah Tambak Asri. Sayangnya, kami baru mendengar insiden tersebut baru-baru ini menjelang 40 hari meninggalnya si korban,” ungkap Yohanes. | Daniel Rorong
Youtube Pilihan Iddaily: MBG
BERITA UNGGULAN
JADI YANG BENAR DIADILI DI MANA NIH?
Pernyataan Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapatkan respon dari Amnesty Internasional Indonesia.
Postingan Populer
-
Kencan, bisa dilakukan kapan saja. Dalam Solusi Ibu kali ini, membahas kencan dengan pasangan, di tengah-tengah kehidupan keluarga yang mung...
-
Dilansir melalui Website, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar rapat koordinasi bersama Komando Resor Militer (Korem) 033 Wira Prata...
-
Bangun Sejahtera Indonesia Maslahat (BSI Maslahat) Membuatkan Sekolah Darurat Sementara untuk Sekolah Dasar Naglaasih, di Desa Naglasari, Ke...
Banyak dikunjungi
-
Kencan, bisa dilakukan kapan saja. Dalam Solusi Ibu kali ini, membahas kencan dengan pasangan, di tengah-tengah kehidupan keluarga yang mung...
-
Dilansir melalui Website, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar rapat koordinasi bersama Komando Resor Militer (Korem) 033 Wira Prata...
-
Bangun Sejahtera Indonesia Maslahat (BSI Maslahat) Membuatkan Sekolah Darurat Sementara untuk Sekolah Dasar Naglaasih, di Desa Naglasari, Ke...
-
Anggota Komisi III Fraksi PKB DPR RI, Hasbiallah Ilyas meminta Polri mengusut kasus tewasnya Darso warga Kampung Gilisari, Kelurahan Purwosa...
-
Bagaimana hubungan wartawan dengan nara-sumbernya? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul seiring kasus korupsi KTP elektronik dengan tersangka ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar